Vapor Menjadi Alternativ Rokok tembakau

LamonganPost - Rokok elektronik atau vapor kembali marak di Surabaya. Bahkan, saat ini vapor menjadi sebuah gaya hidup baru bagi masyarakat modern yang ingin beralih dari rokok tembakau. Namun, tidak semua orang menggunakan vapor lantaran ingin sembuh dari kecanduan rokok tembakau.

Dewi Anggra misalnya, memilih vapor lantaran tergiur kekasihnya yang menjadi penggunanya.

Sejak dua bulan terakhir, Dewi pun telah menjajal tujuh varian liquid atau perasa vapor.
"Awalnya iseng, lihat pacar kok enak. Terus coba-coba, ternyata asyik juga. Akhirnya pakai sampai sekarang," kata Dewi Anggra kepada Surya, Rabu (23/11/2016).

Perempuan 24 tahun ini sempat menggunakan rokok tembakau. Namun, tidak berlangsung lama. Karena Dewi merasakan sakit pada tenggorokan, saat menghisap rokok tembakau.

"Dulu, waktu kuliah sempat coba rokok tembakau. Tetapi tenggorokan selalu gak enak, jadinya berhenti," ujarnya. Sebenarnya, Dewi lebih dulu mengenal Shisha, yang mengeluarkan berbagai macam rasa.

"Saya lebih suka Shisha dibanding rokok tembakau. Kalau Shisha pakai arang, sedang vapor tidak. Lebih ringkas dan simpel," terangnya.

Dewi mengaku, bukan tipe perempuan yang kecanduan vapor, yang hanya digunakan sebagai mainan. Sehingga, intensitas pemakaian pun tidak terlalu sering.

"Bukan produk yang harus konsumsi terus menerus. Yang saya suka dari Vapor, waktu membuat trik bulat-bulat. Kalau nganggur biasanya baru pakai," paparnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Vapor Menjadi Alternativ Rokok tembakau"

Post a Comment