Menurut polisi, para korban harus membayar hingga 10 ribu euro (Sekitar Rp14,5 juta) untuk pengurusan visa dan diharuskan menyerahkan paspor mereka. Mereka terus menerus diawasi, dan pendapatan mereka dirampas.
Polisi menyebut, para anggota geng itu mengancam para perempuan itu dengan kekerasan jika mereka mencoba kabur. Demikian disitat dari BBC Indonesia, Rabu (16/11/2016).
Perempuan-perempuan itu juga dipindah-pindahkan ke seantero Austria untuk bekerja di berbagai rumah bordil sesudah bekerja di Wina untuk suatu periode.
Polisi menggrebek lebih dari 10 rumah dan menemukan kartu penduduk dan uang palsu, sepucuk pistol, dan uang tunai 30 ribu euro.
0 Response to "Polisi Austria Bongkar Jaringan Perdagangan Perempuan China"
Post a Comment